HSE INDONESIA SANGATTA IKUT MERIAHKAN HUT RADAR KUTIM KE 4
Selamat Datang di website HSE Indonesia
MANUAL HANDLING
Salah satu tujuan utama dari kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang aman Tujuannya adalah menghentikan kecelakaan Sebelum terjadi MANUAL HANDLING PENYEBAB UTAMA TERJADINYA CEDERA DITEMPAT KERJA ? Pendekatan tradisional untuk mencegah cedera manual handling adalah membatasi
PENILAIAN TINGKAT BAHAYA BAHAN KIMIA & MATERI FISIK
FAKTOR BIOLOGI DI TEMPAT KERJA
REKOGNISI BAHAYA
Apa itu rekognisi?? Merupakan serangkaian kegiatan untuk mengenali suatu bahaya lebih detil dan lebih komprehensif dengan menggunakan suatu metode yang sistematis sehingga dihasilkan suatu hasil yang objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan Rekognisi: Mengetahui karakteristik suatu bahaya secara detil à sifat,
FATTOM
Bateri memerlukan 6 keadaan untuk dapat hidup dan berkembang biak. Keadaan yang diperlukan tersebut adalah: 1. Sumber Makanan 2. Tingkat keasaman 3. Suhu 4. Waktu 5. Oksigen Dan kelembaban Agar mudah diingat, maka keenam keadaan tersebut disingkat menjadi FATTOM •
Managemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat
FAKTOR KIMIA DI LINGKUNGAN KERJA
beberapa factor kimia di lingkungan kerja kilang (pabrik) : Benzene, toluene dan xylene (BTX) termasuk zat karsinogen atau bisa memicu terjadinya keganasan /kanker(IARC, 2000 & USEPA, 2004) ). BTX merupakan Volatile Organic Compound (VOC) yaitu senyawa yang mengandung karbon yang
INVESTIGASI INSIDEN KONSEP SMART
Membuat corective action dengan menggunakan konsep SMART Corective Action adalah tindakan perbaikan terstruktur dan terencana yang dilakukan sebagai lanjutan dari proses investigasi incident • Fungsi Corrective Action : 1. Meng-eliminasi pengulangan incident 2. Mengurangi konsekuensi pengulangan incident 3. Menurangi frekuensi














