Author Archives: adminhse

HSE INDONESIA SANGATTA IKUT MERIAHKAN HUT RADAR KUTIM KE 4

Sangatta – Dalam rangka memeriahkan HUT Radar Kutim Yang ke-4, Radar Kutim menggelar Jalan Sehat Cerita (JSC) Fantastic Four minggu (23/11) untuk memberikan hiburan bagi masyarakat.

Selamat Datang di website HSE Indonesia

Setelah melihat berbagai aspek dalam lingkup kerja di Indonesia, terdapat berbagai kekurangan mengenai penerapan Sistem Manajemen K-3 (SMK3) dimana banyak perusahaan/instansi dalam berbagai bidang belum begitu menerapkan berbagai peraturan akan pentingnya Keselamatan kerja.

MANUAL HANDLING

Salah satu tujuan utama dari kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang aman Tujuannya adalah menghentikan kecelakaan Sebelum terjadi MANUAL HANDLING PENYEBAB UTAMA TERJADINYA CEDERA DITEMPAT KERJA ? Pendekatan tradisional untuk mencegah cedera manual handling adalah membatasi

PENILAIAN TINGKAT BAHAYA BAHAN KIMIA & MATERI FISIK

1. Nilai ambang batas (Treshold Limite Values-TLV) 2. Batas terpapar yang diperbolehkan (permissible exposure limit) 3. Lethal dose dan lethal concentration. 1) Nilai ambang batas (TLV) • Threshold Limit Value – Time Weighted Average (TLV-TWA). Konsentrasi rata-rata waktu terukur (TWA)

FAKTOR BIOLOGI DI TEMPAT KERJA

Faktor Biologi 1. Bakteri a) Mempunyai 3 bentuk dasar : bulat (coccus), batang ( basil), lengkung ( koma, vibrion dan spiral) b) Ukuran : bulat à berdiameter 0.7 – 1.3 mikron ( 1 mikron = 0.001 mm), batang à lebarnya

REKOGNISI BAHAYA

Apa itu rekognisi?? Merupakan serangkaian kegiatan untuk mengenali suatu bahaya lebih detil dan lebih komprehensif dengan menggunakan suatu metode yang sistematis sehingga dihasilkan suatu hasil yang objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan Rekognisi: Mengetahui karakteristik suatu bahaya secara detil à sifat,

FATTOM

Bateri memerlukan 6 keadaan untuk dapat hidup dan berkembang biak. Keadaan yang diperlukan tersebut adalah: 1. Sumber Makanan 2. Tingkat keasaman 3. Suhu 4. Waktu 5. Oksigen Dan kelembaban Agar mudah diingat, maka keenam keadaan tersebut disingkat menjadi FATTOM •

Managemen Bencana dan Penanggulangan Keadaan Darurat

Dalam setiap kasus darurat atau bencana, yang cenderung biasanya terjadi adalah masalah kepanikan sehingga upaya pencegahan macet, tidak efektif dan bahkan memperburuk keadaan darurat itu sendiri. Biasanya, dalam keadaan atau kondisi bencana setiap a orang atau unit kerja tidak terkoordinasi

FAKTOR KIMIA DI LINGKUNGAN KERJA

beberapa factor kimia di lingkungan kerja kilang (pabrik) : Benzene, toluene dan xylene (BTX) termasuk zat karsinogen atau bisa memicu terjadinya keganasan /kanker(IARC, 2000 & USEPA, 2004) ). BTX merupakan Volatile Organic Compound (VOC) yaitu senyawa yang mengandung karbon yang

INVESTIGASI INSIDEN KONSEP SMART

Membuat corective action dengan menggunakan konsep SMART Corective Action adalah tindakan perbaikan terstruktur dan terencana yang dilakukan sebagai lanjutan dari proses investigasi incident • Fungsi Corrective Action : 1. Meng-eliminasi pengulangan incident 2. Mengurangi konsekuensi pengulangan incident 3. Menurangi frekuensi