Category Archives: Jurnal K3
Sekilas tentang Kecelakaan Kerja
Kenapa Harus Full-body Harness?
Pertanyaan itu banyak muncul setelah Pemerintah, melalui SK Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Naker No. 45/2008 tentang Pedoman Kerja di Ketinggian menyebutkan bahwa bekerja di ketinggian harus menggunakan full-body harness (EN-361). Padahal banyak aplikasi di lapangan sejak lama selalu menggunakan hanya
SCBA ( SELF CONTAIN BREATHING APPARATUS )
MANUAL HANDLING / PENGANGKATAN SECARA MANUAL
Manual Handling adalah salah satu bentuk transportasi atau penyanggaan beban dengan tangan dan tubuh yang termasuk didalamnya Pengangkatan, Memindahkan, Meletakkan, Mendorong, Menarik, Menggeser, Penyanggaan Berdasarkan survey lembaga pekerja di eropa, hampir sebagian besar pekerja industri terpapar dengan risiko dari manual
MEMAHAMI KESALAHAN MANUSIA (HUMAN ERROR)
Semua pekerja bisa melakukan kesalahan (error), tak terkecuali pekerja yang sudah terlatih dan memiliki motivasi kerja yang baik. Beberapa kesalahan bisa menghasilkan konsekuensi cedera/kecelakaan, sedang banyak kesalahan lainnya tidak. Karenanya, penting bagi praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk dapat
RADIOAKTIF ALAMIAH
Radioaktif Alamiah atau Naturally Occurring Radioactive Material (NORM) adalah bahan-bahan radioaktif yang muncul/ada secara alami (dari alam). Paparan oleh NORM umumnya diakibatkan oleh aktifitas manusia, semisal pembakaran batu bara, pembuatan dan penggunaan pupuk, serta produksi minyak dan gas bumi (migas).
MENUJU PERUSAHAAN BERBUDAYA K3
PANDUAN PARA PIMPINAN KETIKA KUNJUNGAN LAPANGAN
Kunjungan lapangan para pimpinan perusahaan adalah salah satu program yang bisa memperkuat budaya keselamatan di lokasi kerja –tempat utama penerapan Sistem Manajemen K3 perusahaan. Namun, jika tidak dijalankan dengan benar, aktifitas kunjungan lapangan tersebut bisa berbuah kontraproduktif. Berikut beberapa poin
Piramida Kecelakaan Kerja
Piramida Kecelakaan Kerja menggambarkan statistik urutan (rangkaian) kejadian yang terjadi menuju 1 (satu) kecelakaan fatal (kematian/cacat permanen). Lebih jelasnya dapat dijabarkan dalam teori piramida kecelakaan kerja sebagai berikut : Setiap terdapat 1 (satu) kejadian kecelakaan fatal (kematian/cacat permanen) maka di
PENYEBAB KECELAKAAN KERJA
H.W. Heinrich dengan Teorii Dominonya menggolongkan penyebab kecelakaan menjadi 2, yaitu: a. Unsafe Action (Tindakan tidak aman) Unsafe action adalah suatu tindakan yang memicu terjadinya suatu kecelakaan kerja. Contohya adalah tidak mengenakan masker, merokok di tempat yang rawan terjadi kebakaran,






