INVESTIGASI INSIDEN KONSEP SMART
Membuat corective action dengan menggunakan konsep SMART
Corective Action adalah tindakan perbaikan terstruktur dan terencana yang dilakukan sebagai lanjutan dari proses investigasi incident
• Fungsi Corrective Action :
1. Meng-eliminasi pengulangan incident
2. Mengurangi konsekuensi pengulangan incident
3. Menurangi frekuensi terjadinya pengulangan incident
Kesalahan2 yg sering terjadi saat membuat corretive action :
1. Tidak sesuai dengan root cause
2. Terlalu luas dan tidak specific
3. Tidak mempertimbangkan “hyrarchy of control” dalam pemilihan
corrective action
4. Tidak menunjuk dengan jelas siapa penanggung jawab dan pelaksana corrective action
5. Tidak sesuai dengan kapasitas oragnisasi/perusahaan sehingga sulit dilakukan
6. Tidak menentukan batas waktu penyelesaian
7. Tidak diawasi secara efektif pelaksanaannya
Untuk memastikan correcitve action dibuat dengan benar, kita dapat menggunakan metode “SMART”
• Specific : Jelas apa yg hars dilakukan
• Measurable : Terukur penyelesaiannya
• Accountable : Jelas penanggungjawabnya
• Reasonable : Bisa mencegah pengulangan incident, sesuai dengan kapasitas perusahaan, tidak menimbulkan masalah baru
• Time Limit : Memilki batas waktu pelaksanaan
Contoh corrective action :
Membuat form checklist pemeriksaan kendaraan
Dengan metode SMART :
Supervisor maintenance(A)membuat form checklist(M)pemeriksaan kendaraan harian untuk digunakan seluruh driver sebelum mengoperasikan kendaraan(S)(R), form diselesaikan tanggal 30 may 2013(T)
Penulis :
Puji Utomo – Balikpapan
HP : 081347988596
Email : utomo_puji@yahoo.com






Leave a Reply