HAZARD SOMATIK

sumber-bahaya-somatik

Sumber Bahaya Somatik adalah Sumber bahaya yang (sudah) ada pada tubuh pekerja yang disebut Faktor Risiko.
Berikut contoh sumber bahaya somatik:

Hipertensi
Diabetes mellitus
Obesitas
Asthma

Faktor risiko merupakan bagian dari Epidemiologi. Epidemiologi adalah ilmu terapan yang mempelajari tentang penyebab kejadian penyakit atau masalah kesehatan pada suatu kelompok – bukan Individu. Epidemiologi terbagi menjadi dua yaitu:

Jika penyakit yang dikaji adalah penyakit menular dinamakan Etiologi.
Jika penyakit yang dikaji adalah penyakit tidak menular dinamakan Faktor Risiko.

Etiologi adalah kunci atau faktor penyebab biologis dari suatu penyakit infeksi, terjadi karena adanya infeksi mikro organisme seperti virus atau bakteri.

Faktor risiko adalah karakteristik, kebiasaan, tanda atau gejala penyakit yang diderita individu yang mana secara statistik berhubungan dengan peningkatan kejadian kasus baru berikutnya (beberapa individu lainnya dalam suatu kelompok). Setiap faktor risiko memiliki korelasi, tetapi korelasi tidak dapat membuktikan hukum kausalitas (sebab – akibat) yang mungkin muncul, oleh karena itu dibutuhkan statistik untuk menjawab permasalahan tersebut.
Untuk perhitungan data statistik paparan penyakit akibat kerja akan dituliskan pada artikel statistik kecelakaan kerja.

Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular adalah penyakit kronik (menahun) atau berlangsung lama (misalnya kanker atau tubuh yang terpapar unsur kimia), namun ada juga yang mendadak
(misalnya keracunan).
Penyakit tidak menular adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh mikro organisme, namun bukan berarti tidak ada peranan mikro organisme dalam penyakit tidak menular
(misalnya luka karena tidak diperhatikan bisa terjadi infeksi).
Penyakit tidak menular adalah penyakit degeneratif yang terjadi karena proses degenerasi (penuaan). Penyakit tidak menular adalah New Comminicable Disease karena dapat dianggap menular melalui Faktor Host.
Karakteristik Faktor Risiko

Berikut merupakan karakteristik faktor risiko timbulnya penyakit antara lain:

1. Faktor Penyebab.
Penyebab suatu penyakit merupakan unsur yang keberadaannya jika terus menerus terjadi kontak dengan manusia, maka akan rentan dalam keadaan yang akan menimbulkan suatu penyakit.

2. Faktor Host
Hubungan interaktif antara farktor penyebab, faktor lingkungan penduduk berikut perilakunya dapat diukur dalam perilaku pemajanan atau kondisi terpapar. Faktor host yang mempengaruhi kejadian penyakit pada umumnya adalah Umur, Jenis Kelamin, Status Imunisasi, Status Gizi, Status Ekonomi dan Perilaku.

3. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang berpengaruh meliputi tingkat kepadatan hunian, sanitasi, serta faktor pencahayaan dan ventilasi. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi munculnya penyakit yaitu lingkungan fisik, biologi, sosial dan ekonomi.

Faktor lingkungan fisik meliputi kondisi geografi, udara, iklim, musim dan cuaca sangat mempengaruhi kerentanan seseorang dalam adaptasi dengan lingkungan tersebut.

Faktor lingkungan biologi terkait dengan vektor atau reservoir penyakit.

Faktor sosial dan ekonomi berkaitan dengan penyakit adalah stratifikasi sosial, kemiskinan, ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas kesehatan, perang dan bencana alam.

Kepadatan Hunian
Kepadatan penduduk yang tidak seimbang dengan luas wilayah memunculkan slum area dengan segala permasalahan kesehatan masyarakatnya. Ukuran kepadatan hunian rumah bisa dilihat dari kepadatan hunian ruang tidur. Kepmenkes RI No. 829/MENKES/SK/VII/1999 – luas ruang tidur minimal 8 meter persegi dan tidak dianjurkan digunakan oleh lebih dari 2 orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.

Ventilasi
Standar luas ventilasi minimal 10% dari luas lantai dan sebaiknya udara yang masuk adalah udara segar dan bersih.

Pencahayaan.
Pencahayaan alami selain berfungsi sebagai penerangan juga untuk mengurangi kelembaban ruangan, serta membunuh kuman penyakit karena sinar ultra violet berasal dari cahaya matahari. Perihal perhitungan kecukupan pencahayaan dalam bekerja akan dibahas pada tulisan ergonomi lingkungan.

Jenis Faktor Risiko
1. Berdasarkan pengubah, jenis faktor risiko dapat dibagi menjadi:
Unchangeable Risk Factor ; Faktor Risiko yang tidak dapat diubah, misalnya Faktor Genetik, Jenis Kelamin dan Usia.
Changeable Risk Factor ; Faktor Risiko yang dapat diubah, misalnya kebiasaan buruk (merokok), gaya hidup (minuman beralkohol), pola makan, obesitas.

2. Berdasarkan kestabilan, jenis faktor risiko dapat dibagi menjadi:

Suspected Risk Factor ;
Faktor Risiko yang dicurigai, yakni faktor – faktor yang belum mendapatkan dukungan sepenuhnya dari hasil – hasil penelitian sebagai faktor risiko, misalnya: rokok sebagai faktor risiko kanker leher rahim.

Established Risk Factor ;
Faktor Risiko yang telah ditegakkan, yakni faktor – faktor yang sudah mantap mendapatkan dukungan ilmiah penelitian dalam peranannya sebagai faktor yang berperan dalam kejadian suatu penyakit, misalnya: rokok sebagai faktor risiko terjadinya kanker paru – paru.

Kegunaan Faktor Risiko.
Faktor Risiko dapat digunakan sebagai berikut:
Prediksi: Untuk meramalkan kejadian penyakit.
Penyebab: Kejelasan/beratnya faktor risiko dapat mengangkatnya menjadi penyebab, setelah menghapuskan pengaruh faktor pengganggu (confounding factor).
Diagnosis: Membantu proses diagnosis.
Prevensi: Jika salah saatu faktor risiko juga sebagai penyebab, penghilangan dapat digunakan untuk pencegahan penyakit meskipun mekanisme penyakit sudah diketahui atau belumnya.

Kapan suatu faktor risiko dapat ditegakan sebagai faktor risiko?

Dalam Konsep kausalitas terdapat 8 kriteria:

Kekuatan yang dapat dilihat dari adanya risiko yang relatif tinggi (severity)
Temporal atau menurun urutan waktu, selalu sebab – musebab mendahului akibat.
Respon terhadap dosis paparan yang dapat menyebabkan penyakit.
Reversibilitas dimana paparan yang menurun akan diikuti penurunan kejadian penyakit.
Konsistensi yang diartikan kejadian yang sama akan berulang pada waktu, tempat dan penelitian yang lain.
Biologis atau berhubungan dengan fisiologis tubuh.
Spesifitas yang dapat dilihat dari satu penyebab menyebabkan satu akibat.
Analogi yang diartikan adanya kesamaan untuk penyebab dan akibat yang serupa.
Pengendalian Sumber Bahaya Somatik.
Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja merupakan salah satu upaya dalam menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja meliputi pemeriksaan kesehatan sebelum kerja (awal), pemeriksaan kesehatan berkala (periodik) dan pemeriksaan kesehatan khusus.

Landasan hukum:

-Undang – Undang No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.

-Peraturan Menteri No. 7 tahun 1964 Tentang Syarat – Syarat Kebersihan, Kesehatan dan Penerangan di Tempat Kerja.

-Peraturan Menteri No. 2 tahun 1980 Tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.

-Peraturan Menteri No 1 tahun 1981 Tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja.

-Peraturan Menteri No 3 tahun 1982 Tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.

-Surat Keputusan Menteri No. 333 tahun 1989 Tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja.

Penulis :

Hamdhany Angga Kuzumah

anggota HSE Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *