KETELEDORAN PENGAWAS MENGAKIBATKAN NYAWA MELAYANG

safety-inspection-300x300

Sekilas sangat EKTRIM judul diatas, cenderung menyudutkan seorang pengawas lapangan. Ini membuktikan tidak mudah untuk menjadi seorang Pengawas, banyak diantara pekerja menginginkan jabatan tersebut yang seakan enak melihat tugas-tugas pekerjaan atasannya tersebut, hanya jalan-jalan keliling melihat progres pekerjaan, menyalahkan bahkan memarahi anggotanya dll. Berdasarkan penglihatan visual tersebut maka banyak yang menginginkan posisi itu, maaf bahkan segala cara terkadang digunakan untuk meraihnya, ada yang menggunakan cara-cara ‘kotor’ dan ada juga yang harus dilalui dengan kerja keras, terus mengasah ilmu serta kemampuannya..
Kira-kira sanggup tidak bertanggung jawab apabila ada anggota dibawah pengawasan kita mengalami kecelakaan kerja ? hal ini banyak tidak di pikirkan oleh para pekerja yang menginginkan posisi seorang Pengawas. Ini Tanggung jawab sangat berat, bayangkan untuk menjaga diri sendiri agar selamat saja bukan hal yang mudah dilakukan gimana mau bertanggungjawab terhadap puluhan anak buah … Jelas sangat susah

Masih mau jadi Pengawas ? jika masih mau itu bagus, tidak ada keberhasilan tanpa berani mengambil suatu resiko. Jadi jika mau berhasil ya harus berani mengambil resikonya jangan hanya mau gajinya dan penghormatan dari anak buahnya saja. Ini beberapa tips & Triks agar pekerja selamat ;
1. Berdoa Sebelum memulai Pekerjaan
Jangan lupakan Doa karena Doa bukan senjata pamungkas namun justru senjata utama manusia. Ajak semua anak buah membiasakan berdoa sebelum memulai pekerjaan agar diberikan kemudahan, kelancaran serta tentunya keselamatan bagi diri sendiri dan juga rekan kerja yang lainnya.
2. Lakukan Pengarahan
Berikan pengetahuan tentang pekerjaan serta keselamatan dari setiap pekerjaannya, lakukan setiap hari kepada anggota, lakukan secara bergilir diskusikan bersama mengenai pekerjaan dan materi keselamatan alokasikan minimal 5 menit setiap pagi ataupun setiap overshift. Dan jangan lupa absensinya di simpan ya..
3. Membuat Prosedur Kerja
Prosedur/instruksi mengenai pekerjaan harus dibuat agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pekerjaannya, tidak hanya prosedur kerja, prosedur keselamatan kerja juga harus dibuat atau yang dikenal dengan nama Analisa Keselamatan Kerja (AKK) atau bahasa kerennya Job Safety Analysis (JSA). Ingat JSA bukan Petugas Keselamatan (K3) yang membuatnya namun ini menjadi tugas seorang pengawas. Kenapa perlu JSA? Agar pekerja mengetahui langkah-langkah dari setiap pekerjaannya, bahaya yang kemungkinan timbul serta bagaimana cara menanggulanginya agar semua bahaya yang terpapar dapat kita hindari. Dan jangan lupa dibuatkan Absensinya juga ya serta di simpan semua Dokumen beserta Absensinya.

4. Melaksanakan Inspeksi
Nah, salah sangka lagi kan,, dikira Petugas Keselamatan (K3) tugas ini, ini tugas seorang pengawas. Apa aja yang harus di Inspeksi ? Gambarannya gini biar mudah membayangkannya. Anda melakukan pekerjaan Pembersihan Lahan atau Land Clearing, alat yang akan anda gunakan biasanya antara lain Dozer, Excavator, Dump Truck & Light Vehicles. Tentu anda mempunyai anak buah yang namanya Operator & Driver. Seorang pengawas harus memastikan bahwa para Driver/operator harus melakukan pengisian Form Pengecekan Pemeliharaan Harian (P2H) atau bahasa kerennya Pre Start Check (PSC). Artinya yang melakukan pengecekan unit adalah para operator dan Pengawas meng-inspeksi mereka apakah hal tersebut sudah dilakukan dengan benar apa belum? Karena bila hal tersebut tidak dilakukan maka Pengawas juga akan disalahkan bila terjadi property damage/kerusakkan material terhadap unit bahkan terjadi kecelakaan terhadap Driver/ operatornya.

Apalagi yang harus di Inspeksi? Bila menggunakan peralatan kerja seperti Mesin Las, Genset, compressor dll. Bila menggunakan Peralatan keselamatan seperti Jaket Pelampung, Safety harness, dll. Maka pengawas harus memastikan bahwa semua peralatan yang digunakan tersebut dalam kondisi aman dan standart .
Ada beberapa perusahaan yang meminta pengawasnya mengisi beberapa form keselamatan kerja antara lain Project Area Inspection, HSE Inspection Check List, HSE Observation, Plant Task Observation, On Spot. Masih banyak istilah-istilah lain sebagai control pengawas untuk mengendalikan keselamatan di areal kerjanya. Terakhir semua check list tersebut harus ditandatangani oleh pengawas.

5. Bertanggungjawab atas Keselamatan. Kesehatan & Kesejahteraan semua Orang yang ditugaskan kepadanya.
Masih banyak yang mengira tugas keselamatan ini menjadi tanggungjawab Petugas K3, hal ini yang harus diluruskan bahkan aturan ini tertera didalam Kepmen 555.K/26/M.PE/1995 Pasal 12. Yang paling mengetahui & memahami pekerjaan bukan seorang petugas K3 melainkan seorang pengawas, yang berada melakukan pengawasan penuh dilapangan bukan seorang petugas K3 namun seorang pengawas. Yang mempunyai anak buah dilapangan bukan seorang Petugas K3 tetapi seorang pengawas..

Setelah membaca sedikit ulasan diatas baru kita sadar bahwa untuk menjadi seorang pengawas tidaklah mudah terutama dalam hal Tugas & Tanggungjawabnya.
Dalam tulisan ini masih akan penulis bahas mengenai kompetensi apa yang dibtuhkan seorang pengawas, kemudian sedikit cerita tentang kecelakaan kerja yang melibatkan pengawas didalamnya.

Kompetensi Pengawas
Banyak kriteria kemampuan yang diminta untuk menjadi seorang pengawas, dibidang pertambangan batubara atau MINERBA misalnya seorang pengawas harus Memiliki Sertifikasi minimal Pengawas Operasional Pertama (POP), & Memahami SMKP, Untuk Migas seorang pengawas harus sudah memilik K3 Migas Pengawas, Pekerjaan Umum seorang pengawas harus mengetahui SMK3. Belum lagi kriteria yang telah diatur masing-masing perusahaan misalnya seorang pengawas juga harus sudah mengikuti pelatihan Job Safety Analysis, Safety Inspection, Conducting Safety Talk. Hazard Identifcation dll, Semua pelatihan menitik beratkan pada aspek keselamatan.

Lalu apa hubungannya dengan judul diatas KETELEDORAN PENGAWAS MENGAKIBATKAN NYAWA MELAYANG.
Bisa membayangkan tidak ? jika pengawas tidak melakukan 5 Tips & Triks yang telah dikemukakan diatas tulisan ini ? kemungkinan besar KECELAKAAN akan terjadi, kecelakaan bisa berupa
1. Kerusakkan Material pada unit operasional (Truck ,Dozer, Excavator, Light Vehicle dll)
2. Kerusakkan Material pada peralatan kerja ( Genset, Mesin Las, Kompressor dll)
3. Kecelakaan yang terjadi pada Manusia bisa mengakibatkan orang tergores, kaki patah, cacat seumur hidup, bahkan menimbulkan kematian
Dan kalaupun tanpa 5 Kontrol diatas pekerjaan dapat dilakukan dengan AMAN & SELAMAT itu namanya NASIB BAIK. Pertanyaannya apakah nasib baik akan selalu mengikuti kita selalu? Jawaban pastinya TIDAK.

Ini ada cerita pendek …
1. Sepuluh tahun yang lalu tetangga saya di Jogja adalah seorang pekerja bangunan lepas, setiap bekerja yang bersangkutan tidak pernah menggunakan yang namanya APD/Alat Pelindung Diri, jika akan memasang genting rumah ya naik aja keatas tanpa menggunakan Safety Harness dan mungkin sampai kini dia juga tidak mengenal itu apa yang namnya Safety Harness. Bulan lalu saya mendapat kabar dari ibu saya bahwa tetangga saya itu Jatuh dari Ketinggian ketika akan memasang seng, burung kesayangannya robek, kaki keseleo masih untung tidak patah atau bahkan meninggal Dunia. Hanya benda kesayangannya dan kesayangan Isterinya yg parah.

Masih ingat Teori Bola Dadu yang sering saya kampanyekan saat mengisi materi Keselamatan.. Kita ibaratkan Dadu angka 6 (titik enam) adalah Kecelakaan. Kemudian kita kocok-kocok dadu tersebut agar muncul Dadu angka 6 terkadang akan sulit untuk mendapatkan dadu angka 6 itu muncul setelah kita jauhkan kelantai, kocokan pertama dadu angka 3 muncul, kocokkan kedua dadu angka 1 muncul dan seterusnya. Lalu apakah dadu angka 6 tidak akan pernah muncul? Jawabannya suatu saat dadu angka 6 itu tetap akan muncul entah pada kocokan kelima bahkan pada kocokan ke sepuluh.. Artinya jika kita sering mengabaikan kondisi bahaya tanpa mau peduli terhadap aturan keselamatan suatu saat yang namanya kecelakaan pasti akan muncul atau akan terjadi, tinggal menunggu waktunya saja kapan.
Oleh karena itu lebih baik dadu angka 6 kita proteksi agar kemungkinan munculnya kecil sekali terjadi entah itu diikat ataupun di lem karena walau bagaimanapun dadu angka 6 itu akan selalu ikut dalam permainan bola Dadu ini. Bagaimana mem-proteksinya yaitu dengan menerapkan Peraturan Keselamatan dalam setiap pekerjaan kita.

Ini ada cerita lain lagi tentang pengawas pekerjaan …
1. Saat Operator Heavy Dump akan melakukan Dumping di Loading Poin tiba-tiba unit amblas dan ikut tenggelam secara perlahan kedalam loading point, operator sempat menyelamat diri naun unit HD seharga Milyaran rupiah itu harus terkubur didalam lubang tambang. Alhasil setelah proses investigasi Pengawas di PHK dan masih untung tidak disuruh mengganti kerugian Hilangnya HD tenggelam tersebut. Kenapa Pengawas harus di Determinate/PHK karena seharusnya pengawas menyediakan petugas Checker/Spotter diareal tersebut untuk memandu unit HD mundur saat akan Dumping Material bahkan saat kejadian ternyata pengawas pun ada dilokasi pekerjaan. Masih untung lagi operator tidak ikut tenggelam.
2. Saat pemasangan atap workshop pengawas melihat dua anggotanya berada diatas ketinggian 6 Meter tidak menggunakan Safety Full Body Harness, saat ditegur pengawas pekerjanya mengatakan tidak apa-apa pak kami sudah bertahun-tahun melakukan pekerjaan ini dikampung.. aman.!!!. Pengawas tidak menghentikan pekerjaan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada Manager Area setelah itu Manager Area & Pengawas mendatangi lokasi pekerjaan, nahas sesampainya mereka kelokasi 2 karyawannya sudah terjatuh dari ketinggian 6 meter. Korban patah tulang kaki & pinggang tidak meninggal. Yang harus dilakukan pengawas saat menemukan kondisi tidak aman adalah STOP Pekerjaan bukan melaporkan untuk didiskusikan. Berikutnya kenapa dua orang yang jatuh karena seorang yang jatuh tersebut secara reflek memegang tangan rekan disampingnya dgn maksud meminta tolong atau sebagai pegangan yang pada akhirnya keduanya terjatuh. Hasil investigasi pengawas terkena Final Warning/Peringatan terakhir, Project di STOP untuk dua bulan lebih dan yang paling buruk adalah dampak sosial diluar pekerjaan tersebut dimana pengawas dipukulin keluarga korban.
3. Seorang Pengawas hampir masuk Sel Tahanan karena dianggap lalai oleh pihak kepolisian.Setelah selesai investigasi oleh pihak Kepolisian Pengawas tidak jadi ditahan karena adanya Jaminan dari Perusahaan. Ketika melakukan perbaikan pekerjaan jalan propinsi semua rambu-rambu keselamatan terpasang baik sign hati-hati ada pekerjaan, safety cones, pita barikade dan terdapat petugas Stop-Go yang mengatur arus lalu lintas. Saat itu tiba-tiba truck terus melaju ditikungan menabrak salah satu pekerja yang berada ditengah-tengah jalan, sdetelah dibawa kwe rumah sakit terdekat pekerja tidak dapat ditolong dan meniggal dunia, Sopir truck ditahan Pihak kepolisian dan pekerjaan berhenti selama beberapa hari.

Dan masih banyak aneka cerita kejadian kecelakaan yang sangat memilukan, terkadang seharusnya hal tersebut tidak seharusnya terjadi.
Dari 3 kejadian diatas kita bisa membayangkan sungguh beresikonya menjadi seorang pengawas. Salah sedikit bisa terkena sanksi Adminsitratif dari Perusahaan, Sanksi Sosial dari Masyarakat dan juga sanksi Pidana dari Pemerintah. Dampak domino bagi Korban kecelakaan juga lebih luar biasa banyaknya daripada pengawas itu sendiri.

Akhirnya Sayangi Nyawa kita, Jaga Nyawa kita, Indahnya Hidup di Dunia ini. Membayangkan bisa pulang dengan selamat usai bekerja, bermain dengan anak-anak kesayangan kita, makan malam bersama Isteri & anak-anak kita. It’s Wonderfull Life …. PENGAWAS JADILAH TELADAN KESELAMATAN.

Penulis :

Hendrajati
Health Safety And Environment Coordinator
PT. WIRA KELUARGA MANDIRI
Phone : +62 549 23258
Mobile : 081253190908

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *