JANGAN MENYEPELEKAN PPE

Beberapa hari yang lalu, saya mempunyai pengalaman yang sangat berharga dengan helmet (helem keselamatan) ini. terkait dengan pentingnya penggunaan PPE (personal protective Equipments) atau alat keselamatan diri apapun jenisnya disesuaikan dengan pekerjaannya. Helmet merupakan “PPE wajib di area kerja saya” termasuk Safety Glasses, Safety Shoes & Pakaian kerja (Baju kerja wajib berlengan panjang).

Terkait foto helmet yang saya posting ini, pengalaman yang saya alami ada 2 hal,
yang pertama : kepala saya terselamatkan dari cidera akibat benturan dengan H-beam yang tingginya lebih rendah dari saya. Yg namanya manusia tempatnya salah, waktu itu memang kesalahan sya tidak memperkiran berapa tinggi H-Beam nya sehingga terjadi benturan yg membuat saya kaget, Alhamdulilah dengan ijin Allah Subhanalahu ta’ala melalui perantara helmet ini kepala saya terhindar dari cidera yang mungkin bisa saja itu berakibat fatal.


Yang Kedua : ini agak sedikit menggelitik, waktu itu ketika saya berada di lapangan terbuka dan hari sedang terik & panas, tiba-tiba ada burung lewat yang membuang kotorannya tepat diatas saya. Tetapi sekali lagi kepala saya terhindarkan dari sentuhan langsung dengan kotoran burung dan juga teriknya sinar matahari.

Dari kedua pengalaman saya di atas, ini merupakan betapa pentingnya penggunaan PPE, jangan sekali-sekali menyepelekan PPE. Coba pada saat itu saya tidak menggunakan helmet apa jadinya kepala saya? Teman-teman pasti bisa membayangkannya bukan?

Ini adalah salah contoh pentingnya penggunaan PPE, apapun itu dan jenis.

Bagaimana dengan anda? Bila postingan saya ini bermanfaat tolong share ke teman-teman yang terbiasa kurang memperhatikan pentingnya penggunaan PPE ditempat kerjanya masing-masing.

Banyak versi mengenai bagian2 helmet, dibawah ini salah satu versi bagian2 safety helmet yg pernah sya pelajari
Bagian-bagian Safety Helmet :
1. Brim : adalah bagian terlnuar dari helm yang keras untuk melindungi kepala

2. Suspension : Peredam benturan biasanya berbentuk tali yang memberi jarak antara lapisan terluar dengan kepala kita
3. Peak : Moncong helm yang melindungi bagian pada mata
4. Chin strap : adalah tali yang dipasang didagu agar helm tidak terlepas
5. Nape strap : adalah bagian yang bersifat adjustable yang berguna untuk mengepaskan sehingga fit di kepala kita

Jangan lupa, safety helmet juga ada masa kadaluarsanya, Taukah teman-teman akan hal ini? Bagi yang belum tahu, ini jawabannya : Nah berdasarkan ANSI Z89.1-2009 menyebutkan bahwa usia dari helm safety kita adalah maksimal 4-5 tahun, tentu saja ini dengan berbagai syarat yaitu tidak ada penampakan crack atau kerusakan pada bagian terluar helm kita. Bagaimana mengetahui usia umurnya silahkan dilihat di tahun pembuatan yang tertera dihelm kita. Contoh seperti gambar terlampir : Letak gambar ini biasanya berada dibawah “peak” atau moncong helmet, maksud dari label atau tanda ini adalah angka 12 ditengah angka2 lain yg melingkar adalah tahun pembuatannya berarti tahun 2012, kemudia angka2 yg melinkar menunjukan bulan pembuatan ditahun tsb. Tanda panah menunjukan ke angka 11, jadi safety helmet ini dibuat bulan 11-2012..artinya kalau tidak ada kerusakan seperti crack dan lainya, masa berlakuknya s.d. bulan 11-2017.

Gambar 2. Label Helem Safety yang nyatakan expired helm

Gambar 2. Label Helem Safety yang nyatakan expired helm


Di berbagai perusahaan kita bisa menemukan berbagai macam kebijakan mengenai safety helmet ini ada yg setahun sekali, dua tahun, tiga tahun dll, namun sekali lagi pasti ada berbagai macam pertimbangan, salah satu pertimbangan yg mungkin patut di diperhatikan adalah seberapa lama pemakaian helm kita dengan terpapar suhu ekstrim seperti panas berlebih atau dingin, dan jg seberapa sering terkena bahan2 kimia. Dari berbagai sumber yg sya dapat mengatakan bahwa apabila anda termasuk pemakai dengan kriteria diatas maka wajib helm anda diganti 2 tahun sekali utk bagian cangkang atau bagian terluar safety helmet dan setahun sekali untuk bagian dalam helm, satu lagi yg perlu diingat adalah bahwa safety helmet kita didesign utk menerima kejatuhan beban berat hanya “sekali”, sehingga apabila telah terkena beban berat maka safety helmet tersebut sudah wajib diganti karena dikhawatirkan adanya penurunan daya tahan dari safety helmet tsb.

Ternyata dari Safety Helmet saja kita sdh byk mendapatkan pelajaran berharga, indahnya saling berbagi.

Penulis :

Fuad F.

PT. Kaltim Nitrate Indonesia,

Email : fuad.fachruddin@fireman.net

fuad.fachruddin@kni.co.id

2 Responses to JANGAN MENYEPELEKAN PPE

  1. cecep rusdi says:

    Tapi apabila pendekatan engineeringnya sudah baik apakah diperlukan PPE? karena sebagai pekerja PPE menghalangi gerak misalnya masker organic google dsb?

  2. Fuad Fachruddin says:

    Betul, dari urutan Hirarki Kontrol PPE adalah urutan terakhir. Artinya apabila dari Hirarki Kontrol yg sudah dilakukan dan harus menggunakan PPE jangan sekali2 kita menyepelekannya. Tapi jangan lupa, setiap urutan Hirarki Kontrol hendaknya kita analisis ulang untuk memastikan apakan semua langkah dan analisis sebelumnya sudah sesuai? Apabila diketemukannya ketidak sesuaian, maka harus kita lakukan analisis ulang dalam menentukan kontrol sesuai dengan urutan Hirarki Kontrolnya.

    Saya kembali ke PPE, masing-masing Perusahaan pasti memiliki regulasi yg berbeda-beda tentang PPE. Ada yg namanya PPE wajib, misalkan diperusahaan saya seperti Helmet, Kacamata Safety, Sepatu Safety, Baju Lengan panjang (termasuk celana). PPE ini wajib dipakai ketika ke lapangan (area pabrik), selebihnya adalah PPE yg gunakan berdasarkan pekerjaanya masing-masing sesuai assessment pekerjaanya. Apabila dalam assessment tsb. tidak mewajibkan penggunaan PPE, ya kita tidak perlu menggunakannya. PPE wajib pun akan gugur (tidak wajib digunakan) ketika hasil analisis maupun assessment yg dilakukan pada suatu pekerjaan PPE wajib tersebut harus tidak digunakan.

    Pada postingan saya diatas adalah untuk saling mengingatkan bahwa agar kita selalu waspada, yg namanya insiden bisa kapan saja terjadi dimana saja dan kepada siapa saja tanpa ada yg mengetahuinya. Untuk mengurangi resiko terjadinya cidera saat ada insiden ada banyak cara, salah satu contohnya menggunakan helmet. Dan saya terhindar dari cidera kepala waktu terjadi insiden benturan dengan H-beam…

    Semoga jawaban saya bisa diterima. Tks.

    Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *