REKOGNISI BAHAYA

10649894_730099800397068_7616196237264629884_n

Apa itu rekognisi??
Merupakan serangkaian kegiatan untuk mengenali suatu bahaya lebih detil dan lebih komprehensif dengan menggunakan suatu metode yang sistematis sehingga dihasilkan suatu hasil yang objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

Tujuan Rekognisi:
Mengetahui karakteristik suatu bahaya secara detil à sifat, kandungan,efek, severity, pola pajanan, besaran
Mengetahui sumber bahaya dan area yang berisiko
Mengetahui pekerja yang berisiko

Metode Rekognisi bahaya:
1. Accident or Injury Report
2. Physical Examinations
3. Employee Notification
4. Required Inspection
5. Literature & Discussion with Other Professional
6. Walk Through Inspection
7. Sampling & Spot Inspection
8. Preliminary Hazard Analysis
9. Review of Process Flows
10. Fault Tree Analysis
11. Critical Incident Technique
12. Failure Mode and Effect
13. Job Safety Analysis.

Accident or injury report :
Rekognisi bahaya yang menimbulkan traumatic injury.
Analisis statistik terhadap data kecelakaan dan injury yang ada dapat membantu menemukan proses atau area yang berisiko
Memerlukan data investigasi kecelakaan yang detil dan banyak
Pada banyak kasus, metode ini hanya bisa dilakukan setelah terjadi banyak kejadian

Physical Examinations :
Pemeriksaan fisik (kesehatan) pekerja dapat dijadikan media untuk rekognisi bahaya yang ada di tempat kerja
Sering dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi kronik yang mungkin disebabkan kontak dengan bahaya di tempat kerja.
Memerlukan data pemeriksaan awal
◦ pre-employment examination
Harus dilakukan pengukuran/pemantauan kesehatan secara periodik (annual check up).
Contoh :
1. Kejadian penurunan tingkat pendengaran dari hasil audiometri pada pekerja mengindikasikan bahwa terjadi pajanan bising yang tinggi dan/atau berulang ulang.
2. Tingginya kadar Pb dalam darah menunjukkan adanya pajanan Pb di tempat kerja.

Employee Notification :
Dibeberapa kasus, pekerja di lapangan mengenali bahaya K3 sebelum dilakukan rekognisi oleh petugas K3
Harus didukung oleh kondisi manajemen yang kondusif sehingga pekerja mau menyampaikan masalah yang dihadapi di tempat kerja.
Kontribusi pekerja terhadap K3 akan merangsang pekerja untuk mau berdiskusi dengan petugas K3 tentang masalah masalah K3 yang dihadapi di tempat kerja.

Required Inspection :
Beberapa bagian dari satu alat memerlukan inspeksi yang rutin
Inspeksi ini dapat mengindikasikan masalah masalah sebelum menjadi bahaya K3 bagi pekerja.

Literature & Discussion with Other Professional :
Dengan melakukan review secara periodik terhadap suatu masalah melaluimeeting dan training dimana suatu masalah bisa didiskusikan dengan para ahli yang lain
Menjaga komunikasi dengan tenaga ahli di industri lain
Mungkin masalah yang dihadapi sekarang pernah dialami oleh perusahaan lain sebelumnya, sehingga input untuk perbaikan sangat mungkin didapatkan.

Walk Through Inspection :
Digunakan untuk melakukan rekognisi bahaya yang sudah jelas diketahui keberadaannya di tempat kerja
Sebaiknya ada orang yang memahami berbagai jenis bahaya pada saat melakukan walk through plant
Tidak semua bahaya dapat direkognisi pada saat melakukan walk through inspection
Dilakukan oleh tim
Biasanya menggunakan form rekognisi

Sampling & Spot Inspection :
Kadang hanya terbatas untuk melakukan rekognisi terhadap bahaya atmosfir (air quality studies)
Masalah yang dihadapi adalah untuk menentukan jumlah sampel dan titik pengukuran yang tepat
Dapat merekognisi berbagai tipe bahaya
Efisiensi dari segi waktu
Kadangkala hasil spot sampling belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Preliminary Hazard Analysis :
Dilakukan untuk mempelajari potensi bahaya
Pendekatan ini sangat baik jika dilakukan pada sistem operasi baru atau yang sudah dimodifikasi untuk menentukan potensi bahaya yang akan timbul pada sistem tersebut jika dioperasikan.

Review of Process Flows :
Rekognisi bahaya dengan mengevaluasi potensi bahaya pada setiap langkah proses produksi atau langkah kerja yang ada dari awal sampai akhir.
Sering digunakan hanya untuk mengidentifikasi potensi bahaya kimia dan kualitas udara
Untuk menentukan reaksi reaksi mana yang menimbulkan bahaya kimia baik proses awal, intermediate, maupun akhir.
Pendekatan ini juga sering digunakan untuk identifikasi bahaya yang terkait dengan mekanik dan elektrik untuk mereview potensi kontak antara pekerja dengan benda yang bergerak, bahaya ergonomik, dan pajanan panas, dll

Fault Tree Analysis :
Analisis pohon kesalahan, yang berawal dari suatu kejadian, kemudian dicari akar permasalahan atau penyebab dasar dari kejadian tersebut.
Merupakan model probabilitas terhadap suatu event atau kejadian.
Dapat menentukan besar kemungkinan dan urutan kejadian terhadap suatu event atau kejadian.

Critical Incident Technique :
Beberapa pekerja diinterview untuk mendapatkan informasi tentang perilaku tidak aman (unsafe act) yang mungkin terjadi pada saat mereka bekerja
Critical incident kemudian dikelompokkan dan kemudian secara sistematik disusun area yang mempunyai potensi bahaya dan harus dikontrol

Failure Mode and Effect :
Suatu teknik rekognisi bahaya dengan cara mengasumsikan jika terjadi kegagalan pada suatu komponen atau elemen di dalam suatu sistem, lalu ditentukan efek atau dampak dari kegagalan pada komponen atau elemen tersebut.
Teknik ini membantu untuk menentukan kemungkinan terjadinya kegagalan kecil yang dapat menghasilkan suatu kejadian yang besar.

Job Safety Analysis :
Setiap pekerjaan diuraikan dalam bentuk task-task dan komponen lain yang terlibat àdireview untuk menentukan potensi bahaya yang mungkin akan memajan pekerja
Banyak dilakukan untuk mengevaluasi langkah atau prosedur kerja
Tindakan yang diambil untuk mengendalikan potensi bahaya adalah dengan memodifikasi prosedur kerja, peralatan yang digunakan, dan pengendalian yang bisa dilakukan untuk mengurangi pajanan.

Penulis :

Puji Utomo – Balikpapan

HP : 081347988596

Email : utomo_puji@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *